Persebaran Negara Maju dan Berkembang tidaklah hanya berpusat pada satu bagian dunia saja,namun tersebar di banyak benua.
Pembagian Negara Maju dan Berkembang ini dikelompokkan
berdasarkan Ciri-Ciri Negara Maju dan Ciri-Ciri Negara Berkembang itu sendiri. Nah Sampai saat
ini,konsentrasi negara maju adalah benua Eropa, Amerika Utara,Australia,
Selandia Baru, dan Asia Timur, Di kawasan Asia Barat, ada banyak negara
pengekspor minyak yang dikelompokkan secara khusus (Pengelompokkan Negara Maju
dan Negara Berkembang). Persebaran negara-negara berkembang pada umumnya berada
di kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, Amerika
Selatan dan beberapa kepulauan di Pasifik.
Persebaran Negara Maju dan Berkembang ada peta juga dapat dibaca
melalui persebaran lahan-lahan tertentu pada peta. Misalnya, karena Ciri-Ciri Negara Berkembang yang masih bertumpu pada
lahan pertanian, maka persebaran lahan pertanian yang luas dan padat pada peta
dapat digunakkan untuk mengetahui letak negara-negara berkembang.
Contoh
lainnya adalah Ciri-Ciri Negara Maju yang bertindak dalam bidang industri,sehingga
kawasan industri peta dunia juga dapat digunakan untuk menentukan letak dan
pemetaan negara-negara maju, mengingat negara maju umumnya merupakan negara
yang perekonomiannya bertumpu pada sektor industri.
Beberapa
kenampakan alam maupun buatan lainnya pada peta juga dapat digunakan untuk
menentukan kekayaan dan potensi yang dapat diolah oleh suatu negara. Karena
itu, peta tematik dapat digunakan untuk menentukan persebaran posisi
negara-negara berkembang dan negara-negara maju.
Dalam
Khazanah wacana warga negara internasional, ada beberapa macam Pembagian Negara Maju dan Berkembang.Pembagian Umumnya dilakukan oleh
organisasi-organisasi dan lembaga – lembaga internasional yang berkepentingan
dengan pembagian pembagian negara-negara berdasarkan kriteria tertentu.Walu
begitu, tidak ada ketentuan baku yang mengatur Pembagian Negara Maju dan Berkembang.
A.PENGELOMPOKKAN NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
A.Pengelompokkan
Negara Maju dan Berkembang berdasarkan Sektor Perekonomiannya (Oleh Bank Dunia)
Bank Dunia
mencoba melakukan pembagian negara maju dan negara berkembang berdasarkan
sektor perekonomian yang dijadikan tumpuan. Maka, menurut Bank Dunia
negara-negara di dunia ini terbagi ke dalam empat kelompok. Empat kelompok
tersebut ialah sebagai berikut.
Negara maju
yang berpendapatan tinggi dan mengandalkan perekonomiannya dari sektor
industri.
Negara
berkembang yang berpendapatan menengah dan sektor industri dalam bidang
perekonomiannya sedang dalam tahap perkembangan.
Negara dunia
ketiga yang berpendapatan rendah dan tidak memiliki sektor industri yang dapat
diandalkan dalam perekonomiannya
Negara-negara
pengekspor minyak yang dikelompokkan secara khusus, tidak dimasukkan dalam tiga
kelompok di atas. Ini disebabkan negara-negara pengekspor minyak memiliki
pertumbuhan ekonomi yang cepat karena mengandalkan sektor pertambangan minyak
bumi dan gas alam yang harganya terus meningkat sejak periode 1970-an.
B.Pengelompokkan
Negara Maju dan Negara Berkembang Oleh UNDP
UNDP (United
Nations Development Program), yakni lembaga internasional untuk pembangunan
yang berada di bawah PBB, Mengelompokkan negara maju dan negara berkembang
berdasarkan keberhasilan negara-negaraa tersebut dalam membangun kualitas
kehidupan manusia yang menjadi penduduk di wilayahnya. Karena itu, kriteria
yang dipakai UNDP dalam mengelompokkan negara-negara maju dan berkembang ialah
menggunakan berbagai faktor nonekonomi seperti tingkat
harapan hidup, tingkat kematian bayi, dan tingkat pendidikan.
C.Pengelompokkan
Negara Maju dan Berkembang berdasarkan Pendapatan Per-kapita
Selain pada
point A diatas,Bank Dunia juga mengelompokkan negara-negara di dunia ini
berdasarkan pendapatan perkapita yang diperoleh masing – masing negara.
Berdasrkan pendapatan perkapitanya, ada 4 macam negara, yaitu sebagai berikut.
- Negara berpendapatan rendah, yakni negara yang memiliki pendapatan per kapita kurang dari US$ 675.
- Negara berpendapatan menengah bawah, yakni negara yang memiliki pendapatan perkapita antara US$ 675 – 2.695.
- Negara berpendapatan menengah ke atas, yakni negara yang memiliki pendapatan perkapita antara US$ 2.696 – 8.335.
- Negara berpendapatan tinggi, yakni negara yang memiliki pendapatan perkapita lebih dari US$ 8.336.
Secara
umum,yang dimaksud Negara Berkembang ialah negara yang bidang perekonomian dan
tingkat kehidupan masyarakatnya masih berada dalam tahap perkembangan. Adapun
negara maju adlah negara yang tingkat perekonomian dan tingkat kehidupan
masyarakatnya telah berada pada tahap yang lebih maju. Berdasarkan definisi
umum ini, ada beberapa Ciri-Ciri
Negara Maju dan Ciri-Ciri Negara Berkembang yang menyebabkan mereka
digolongkan kedalam kelompok tersebut.
Persebaran Negara Maju dan Berkembang ini juga tidak bertumpu pada
satu tempat,tidak hanya di bagian Eropa misalanya,Toh Ada juga negara di bagian
Asia yang tergolong kedalam negara Maju,seperti Jepang.Begitu Pula dengan
persebaran Negara berkembang yang tidak bertumpu pada suatu benua.
B.CIRI-CIRI NEGARA MAJU
Negara –
negara di Eropa umumnya merupakan negara maju.selain itu , negara maju juga
tersebara di kawasan Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru. Negara di
Benua Asia yang dpat dikatagorikan sebagi negara Maju adalah Jepang, Korea, dan
Singapura.Nah,kalo Indonesia termasuk sebagai negara berkembang.Pembagian Negara Maju dan Berkembang tersebut di nilai dari berbagai
sektor.Kembali ke topik saat ini yaitu Ciri –ciri negara Maju .Umumnya Negara
Maju memiliki ciri - ciri sebagai berikut:
a. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Relatif Tinggi
Karena
penduduknya memiliki penguasaan Ilmu Pengetahuan dan dan Teknologi yang tinggi,
negara – negara maju mampu mengolah sumber daya alam secara optimal. Penguasaan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi tersebut ditopang oleh tingginya
pendidikan penduduk di negara maju.selain pengaruh pada pengolahan dan
pengelolaan sumber daya alam, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
tinggi juga berdampak pada kemampuan masyarakat di negara maju dalam memasarkan
produk – produk industri maupun pertanian negara mereka di pasar internasional.
Hal ini memungkinkan pendapatan negara maju terus bertambah.
b. Perekonomian bertumpu pada sektor Industri dan
Jasa
Kegiatan
perekonomian utama tidak hanya mengandalkan sektor primer seperti pertanian,
namun juga sektor inndustri dan jasa yang menjadi sektor andalah pemacu
pertumbuhan ekonomi. Sektor industri memiliki kelebihan dalam menyedot jumlah
tenaga kerja, sehingga masalah pengangguran dapat diatasi. Sementara, sektor
jasa melatih masyarakat untuk terbiasa melakukan pekerjaan wiraswasta yang
tidak mengandalkan sektor pertanian saja.
Variasi dalam
sektor ekom=nomi andalan menjadikan negara maju memiliki banyak alternatif yang
tidak bertumpu pada satu sektor saja. Sehingga, ketika salah satu sektor
mengalami kemunduran, maka sektor lainnya dapat diandalkan untuk menopang
perekonomian. Sebagai contoh, bila sektor industri di negara maju memiliki
kemunduran,maka sektor jasa dan pertanian maasih kuat untuk menopang
perekonomian, begitu pula sebaliknya.
c.Angka Pengangguran Relatif Rendah
Industri yang
berkembang pesat membuka banyak lapangan kerja, sehingga anka pengangguran
dapat ditekan serendah mungkin. Selain itu, pengetahuan yang tinggi karena
tingkat pendidikan yang tinggi menjadikan masyarakat kreatif dan dapat
menciptakan lapangan kerja sendiri melalui uasaha – usaha wiraswasta yang tepat
dan efektif.
Rendahnya
angka pengangguran berpengaruh pada angka kejahatan di negara maju yang umumnya
rendah sehingga usia harapan hidup meningkat dan mempertinggi kualitas
kehidupan manusia yang tinggal di negara maju.
d. Pendapatan Per Kapita Berada Pada Kisaran yang Tinggi
Variasi
produk impor yang banyaknya lapangan pekerjaan menjadikan negara maju memiliki
pendapatan per kapita yang tinggi, sehingga penduduknya memiliki tingkat
kesejahteraan yang baik. Pendapatan per kapita juga ditopang oleh surplus atau
kelebihan ekspor dari impor sehingga negara memiliki banyak uang yang dapat
digunakan untuk menyejahterakan rakyatnya.
e. Memiliki Banyak Modal Untuk Pelaksanaan Pembangunan
Besarnya
volume ekspor menjadikan banyaknya pemasukkan bagi negara maju, Karena itu,
Negara – negara maju memiliki banyak modal untuk melaksanakan pembangunan serta
meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya.
Banyaknya
modal yang dimiliki oleh negara maju juga memungkinkan negara untuk makin
memperlebar usaha dan proyek-proyyek pengadaan fasilitas – fasilitas penunjang
kesejahteraan bagi rakyatnya.
Hanya sedikit
penduduk dunia yang tinggal di negara maju.Negara maju hanya meliputi 20% dari
seluruh wilayah daratan di bumi.Negara maju umumnya memiliki tingkat
pertumbuhan yang rendah. Selain itu, negara maju umumnya memiliki tingkat
kematian dan kelahiran bayi yang rendah, serta tingkat harapan hidup yang lebih
tinggi. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kesehatan dan nilain gizi yang
dikonsumsi penduduk di negara maju telah tinggi.
Penduduk
negara maju umumnya tinggal di kawasan urban (kota). Sebagian
besar penduduknya bekerja di sektor industri dan jasa. Tingkat pendapatan
perkapita rata-rata tinggi.Pendapatan per kapita rata-rata negara maju berada
di atas kisaran 20.000 dollar Amerika.Pembagian
Negara Maju dan Berkembang berdasarkan pendapatan
perkapitanya dikelompokkan oleh Bank Dunia.
Kesimpulannya, secara umum Ciri-ciri Negara Maju adalah sebagai berikut:
- Angka pertumbuahn penduduknya relatif kecil.
- Perbandingan lapangan kerja dengan pencari kerja seimbang.
- Produktivitas tenaga kerjanya sudah tinggi.
- Sebagian Besar Penduduk bekerja di sektor Industri dan Jasa.
- Tingkat kesehatan dan angka harapan hidupnya tinggi .
- Tingkat pendidikan dan penguasaan teknologinya rata-rata sudah tinggi.
- Pendapata nasional dan pendapatan rata-rata penduduknya tinggi.
- Daya beli masyarakat sudah tinggi.
- Kualitas kerjanya rata-rata tinggi.
- Angka pengangguran dan kriminalitas dapat ditekan.
- Angka beban tanggungannya atau depency rationya rendah.
C. CIRI – CIRI NEGARA BERKEMBANG
Negara-negara
berkembang umumnya berada di kawasan Aia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara,
Afrika, dan Amerika Selatan. Negara-negara yang termasuk kelompok negara
berkembang contohnya antara lain Indonesia, Kazakhstan, India, Kamerun, dan
Brasil.Persebaran
Negara Maju dan Berkembang tidak dominan pada suatu
wilayah,dan postingan kali ini tidak sama seperti pada Ciri-Ciri Negara Maju yang lebih banyak membahas tentang kelebihan
Negara tersebut,Melainkan pada postingan Ciri-Ciri Negara Berkembang ini lebih banyak membahas
tentang kekurangan negara tersebut.Kira-kira kenapa ya? mungkin karena
negara-negara ini masih perlu banyak belajar dan masih dalam masa
perkembangan.Umumnya, negara berkembang memiliki ciri sebagai berikut.
a. Bekas Jajahan Negara Lain,Terutama Negara-negara Eropa
Karena
penjajahan yang terjadi selama ratusan tahun, tingkat pendidikan di negara
berkembang umumnya rendah. Akibatnya penduduk negara berkembang kurang mampu
mengembangkan dirinya untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pembangunan.
Penjajahan selama ratusan tahun juga telah menyebabkan hilangnya sejumlah
kekayaan alam yang dapat dijadikan sumber modal untuk pembangunan.
Masih banyak
dampak kerusakan lain yang diakibatkan oleh penjajahan. Akibat yang paling
utama ialah menjadi rendahnya kepercayaan diri bangsa – bangsa yang dijajah
untuk dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Hal ini
sulit mengembangkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakatnya.
b. Produksi Barang Sangat Bertumpu pada hasil Pertanian
Karena
tingkat pendidikannya yang rendah, kemampuan masyarakat dalam melakukan
produksi hanya terbatas pada bercocok tanam yang dipelajari secara turun
temurun. Hal ini juga merupakan akibat tidak langsung dari penjajahan selama
ratusan tahun. Secara umum hasil pertaniannya memiliki nilai komoditas yang
rendah karena cepat membusuk dan rusak. Hal ini berbeda dengan hasil industri
yang tahan lama dan bernilai tinggi.
Pertanian yang
dilakukan secara tradisional umumnya tidak memberikan hasil yang banyak dan
melimpah. Keadaan ini makin memperburuk kualitas hasil pertanian negara-negara
berkembang sehingga hasil pertaniannya kurang mampu bersaing dengan hasil-hasil
pertanian negara lainnya di pasar internasional. Alternatif untuk mengalihkan
tumpuan pada sektor selain sektor pertanian sangat terbatas karena rendahnya
pengetahuan masyarakat di luar sektor pertanian.
c. Memiliki Masalah Tekanan Penduduk
Tekanan
penduduk berkisar pada tingkat penganggurang tinggi, pertumbuhan penduduk
tinggi, produktivitas rendah, kualitas rendah, dan kemiskinan. Negara masih
berkonsentrasi pada penanganan maslah-masalah tersebut. Akibatnya pembangunan
jadi terbengkalai sehingga negara memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi
terhadap negara-negara lain yang mau memberikan bantuan.
Masalah-masalah
seperti tingkat pengangguran tinggi, pertumbuhan penduduk tinggi, produktivitas
rendah, kulitas kehidupan rendah, dan kemiskinan berkaitan langsung dengan kemampuan
ekonomi masyarakat. Sehingga maslah-masalah semacam itu tidak akan dapat
diberantas oleh pemerintaha sepanjang maslah perekonomian belum juga dapat
diatasi.Di sisi lain, maslah perekonomian juga sangat bergantung pada kualitas
kehidupan manusia, sehingga keduanya saling mempengaruhi satu sama lain.
Akibatnya, hal itu menjadi maslah yang terus berputar dan tak kunjung usai bila
tidak diiringi oleh keinginan keras seluruh penduduknya untuk maju.
d. Sumber Daya Alam Belum Banyak Dimanfaatkan Secara Maksimal
Penguasaan
teknologi dan pendidikan yang rendah menyebabkan negara berkembang memiliki
kemampuan terbatas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada.
Pengetahuan
masyarakat akan potensi yang dimiliki oleh wilayahnya sangat rendah, sehingga
tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya. Padahal memanfaatkan sumber
daya alam merupakan faktor pendorong kemajuan suatu bangsa.
Sumber daya
manusia yang rendah tidak akan mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam
yang paling tinggi sekalipun. Karena itu, kemajuan suatu negara sangat
tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber
daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu ada beberapa negara yang memiliki
potensi sumber daya alam yang sangat banyak namun tergolong ke dalam negara
berkembang.
e. Kekurangan Modal Untuk Melaksanakan Pembangunan
Modal yang
dimiliki negara berkembang cenderung tersedot untuk mengatasi masalah-masalah
sosial seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akibatnya modal cepat habis
dan tidak ada lagi modal untuk melanjutkan proses pembangunan.
Adapun
pengadaan modal melalui Ekspor dan pemasukkan lainnya tidak dapat berjalan
secara optimal karena ketidakmampuan untuk menambah pemasukkan ke kas negara
seceara signifikan.
f. Cenderung Menggantungkan Kehidupan Pada Impor Hasil Industri dan
Ekspor Hasil Pertanian
Kemampuan
produksi yang rendah dan hanya mengandalkan sektor pertanian menyebabkan adanya
ketidakseimbangan dalam ekspor dan impor. Modal pun banyak tersedot untuk
membeli hasil industri. Sementara, pamsukkan hanya mengandalkan hasil ekspor
pertanian yang nilainya tidak terlalu tinggi.
Ketidakseimbangan
antara ekspor dan impor menyebabkan tidak seimbaangnya pemasukkan dan
pengeluaran. Sehingga, yang terjadi pengeluaran berlebihan tanpa diimbangi pemasukkan
yang menyebabkan kas negara terus mengalami defisit atau kerugian. Akibatnya
perekonomian negara menjadi tidak stabil yang makin memperparah keadaan.
Kurang lebih
80% penduduk dunia saat ini tinggal di negara berkembang. Negara yang termasuk
katagori berkembang melibih tiga per empatt dari jumlah seluruh negara di
dunia. Negara berkembang umumnya memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang
tinggi. Rata-rata tingkat pertumbuhan di negara berkembang mencapai angka 1,6%.
Sementara,rata-rata angka pertumbuhan penduduk negara maju hanya 0,1%.Selain
itu,negara berkembang umumnya memiliki tingkat kematian dan kelahiran bayi yang
tinggi, serta tingkat harapam hidup yang lebih rendah. Hal ini menunjukan bahwa
tingkat kesehatan dan nilai gizi yang dikonsumsi penduduk di negara berkembang
masih sangat rendah.
Penduduk
negara berkembang umumnya tingggal di pedesaan. Sebagian besar penduduknya
bekerja di sektor pertanian. Tingkat pendapatan per kapitanya rata-rata sangat
rendah.Pendapatan per kapita rata-rata negara berkembang berada di bawah
kisaran 5.000 dollar Amerika.Bahkan masih banyak negara berkembang yang
pendapatan perkapitanya hanya berada pada kisaran ratusan dollar amerika saja.
Berdasarkan Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa negara-negara berkembang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut.
- Produksi barang-barang primer seperti pertanian masih dominan.
- Jumlah pertumbuhan penduduknya tinggi.
- Jumlah lapangan kerja dengan tenaga kerja yang ada tidak seimbang.
- Tingkat Produktivitasnya masih rendah.
- Tingkat kesejahteraan penduduknya rendah.
- Angka beban Tanggungannya masih tinggi.
- Kualitas atau tingkat keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya masih rendah.
- Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita penduduknya masih rendah.
- Ketergantungan terhadap negara lain tinggi dan mudah terpengaruh.
- Daya beli masyarakatnya rendah .
- Tingkat kemiskinan penduduknya masih tinggi.
- Tingkat pengangguran yang tinggi berdampak pada tingginya angka kriminalitas.
Sumber : Buku
IPS untuk SMP dan MT kelas IX yang disusun oleh Siti Wuryani,Diah Pramesti dan
Ilmiati.
Aduhh, panjang amat ya pembahasannya? maklum sahabat lagi semangat ni,
nah giman? udah ngerti kan tentang perbedaan negara maju dan negara
berkembang? Lalu bagaimana pendapatnya agar indonesia bisa menjadi
negara maju kayak amerika yang tentunya menjadi negara yang sangat
berpengaruh dalam dunia internasional? Pendapatnya langsung diisikan
saja di kotak komentar ya, keluarkan semua unek-uneknya. Terimakasih
telah berkunjung di softilmu.blogspot.com, blog sederhana yang berbagi
ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan, semoga terus bermanfaat
ilmunya.
sumber tulisansumber foto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar