Sabtu, 28 Juni 2014

Beli Rumah untuk Investasi atau Tempat Tinggal?

RumahCom -  Membeli rumah sebagai investasi dan tempat tinggal memiliki tips dan trik tersendiri. Pasalnya, tujuan yang ingin dicapai berbeda: tujuan investasi rumah adalah keuntungan, sementara rumah tinggal dibeli untuk mendapat kenyamanan hidup.
Perlu diperhatikan, pengembang biasanya melakukan strategi penetapan harga sekitar 20%-30% di bawah harga standar. Harga standar adalah harga normal dalam perhitungan proyeksi keuangan sebuah proyek perumahan.

Harga ‘promosi’ ini hanya berlaku pada tahap awal pemasaran untuk memancing respon pasar. Begitu pasar menggeliat, perlahan tapi pasti harga akan merangkak naik sampai bisa mencapai 130% (bahkan lebih) dari harga standar untuk unit-unit terakhir. Apabila Anda berniat untuk berinvestasi, belilah rumah pada tahap awal pemasaran. Namun, hal ini cukup berisiko. Jika penjualan perumahan tersebut lambat, biasanya progres pembangunan pun akan terpengaruh. Sebaliknya, jika perumahan tersebut laku keras, dalam tempo kurang dari  setahun, Anda sudah mampu memperoleh laba 100%.

Di sisi lain, jika Anda membeli rumah untuk dijadikan tempat tinggal, belilah rumah pada tahap pemasaran berikutnya. Jangan harap untuk mendapatkan capital gain (laba) yang besar, karena rumah tersebut akan Anda tempati. Anda memang akan membayar lebih mahal, namun Anda akan lebih aman, karena tingkat keyakinan Anda akan berkembangnya perumahan dan lingkungan rumah tersebut lebih tinggi.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang


Foto: Anto Erawan
sumber : http://www.rumah.com/berita-properti/2014/6/36195/beli-rumah-untuk-investasi-atau-tempat-tinggal-

Beli Rumah dan Mobil dalam 5 Tahun, Begini Caranya!

RumahCom – Memiliki hunian dan kendaraan pribadi memang menjadi impian setiap manusia. Tapi jalan menuju ke sana tak semudah yang dibayangkan. Selain bekerja keras, kita juga harus memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Miliarder Hong Kong Li Ka-Shing memiliki kiat investasi agar dapat memiliki rumah dan mobil dalam lima tahun. “Tak peduli seberapa penghasilan yang Anda dapat, selalu ingat untuk membagi uang Anda dalam lima bagian secara proporsional. Selalu buat diri Anda bermanfaat,” kata entrepreneur dengan total kekayaan mencapai USD31 miliar ini.


Kelima bagian tersebut adalah: biaya hidup (30%), biaya berteman/bergaul (20%), belajar/pendidikan (15%), berlibur ke mancanegara (10%), dan investasi (25%). Bila diasumsikan pendapatan bulanan Anda RMB2.000 atau sekitar Rp4 juta, maka biaya hidup yang harus dikeluarkan adalah Rp1,2 juta; untuk bergaul Rp800 ribu; untuk belajar/pendidikan Rp600 ribu; untuk berlibur Rp400 ribu; dan untuk berinvestasi Rp1 juta.

Sabtu, 14 Juni 2014

Mengupas Tentang Negara Maju dan Negara Berkembang

Persebaran Negara Maju dan Berkembang tidaklah hanya berpusat pada satu bagian dunia saja,namun tersebar di banyak benua.