RumahCom - Membeli rumah sebagai investasi dan tempat tinggal
memiliki tips dan trik tersendiri. Pasalnya, tujuan yang ingin dicapai
berbeda: tujuan investasi rumah adalah keuntungan, sementara rumah
tinggal dibeli untuk mendapat kenyamanan hidup.
Perlu diperhatikan, pengembang biasanya melakukan strategi penetapan
harga sekitar 20%-30% di bawah harga standar. Harga standar adalah harga
normal dalam perhitungan proyeksi keuangan sebuah proyek perumahan.
Harga ‘promosi’ ini hanya berlaku pada tahap awal pemasaran untuk
memancing respon pasar. Begitu pasar menggeliat, perlahan tapi pasti
harga akan merangkak naik sampai bisa mencapai 130% (bahkan lebih) dari
harga standar untuk unit-unit terakhir. Apabila Anda berniat untuk berinvestasi, belilah rumah pada tahap
awal pemasaran. Namun, hal ini cukup berisiko. Jika penjualan perumahan
tersebut lambat, biasanya progres pembangunan pun akan terpengaruh.
Sebaliknya, jika perumahan tersebut laku keras, dalam tempo kurang dari
setahun, Anda sudah mampu memperoleh laba 100%.
Di sisi lain, jika Anda membeli rumah untuk dijadikan tempat tinggal, belilah rumah pada tahap pemasaran berikutnya. Jangan harap untuk mendapatkan capital gain (laba) yang besar, karena rumah tersebut akan Anda tempati. Anda memang akan membayar lebih mahal, namun Anda akan lebih aman, karena tingkat keyakinan Anda akan berkembangnya perumahan dan lingkungan rumah tersebut lebih tinggi.
Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang
Foto: Anto Erawan
sumber : http://www.rumah.com/berita-properti/2014/6/36195/beli-rumah-untuk-investasi-atau-tempat-tinggal-




